Soal Obat Covid-19, IDI: Jangan Sembarangan Pakai Azithromycin Kecuali Ada Infeksi Bakteri

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sejumlah obat gratis telah diberikan oleh pemerintah, tentunya kita juga harus cermat dalam mengonsumsi beberapa obat yang diberikan.

Khususnya obat yang menyangkut antivirus dan antibiotik.

Kami membahasnya bersama Profesor Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid IDI dan Dokter Purnamawati Sujud, Pendiri dan Penasihat Yayasan Orang Tua Peduli yang juga praktisi Rational Use Of Medicine, untuk membahas mencermati penggunaan obat, khususnya antibitoik bagi pasien covid-19.

Dari sejumlah obat yang diberikan untuk pasien covid 19, lima organisasi profesi kedokteran merevisi protokol tata laksana covid-19, yakni tidak lagi menyarankan dua obat oseltamivir dan azithromycin dalam standar obat perawatan pasien covid-19.

Oseltamivir diperuntukan sebagai obat tambahan jika pasien covid-19 disertai gejala seperti influenza.

Sedangkan azitrhromycin adalah antibiotik yang sebenarnya berdasarkan anjuran WHO, diberikan hanya pada pasien gejala berat, tidak untuk pasien gejala ringan dan sedang.

Sebelumnya, badan kesehatan dunia, WHO secara resmi telah memberikan sejumlah rekomendasi obat yang perlu dan dihindari untuk pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

WHO pun menambahkan jika menyebabkan infeksi bakteri dan infeksi jamur, dapat diberikan antibiotik dan antijamur.

Sementara, yang perlu dihindari, yakni melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik dan juga steroid.

Diharapkan dengan sejumlah paket obat isoman gratis, selain perlu cermat namun tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait.

Post Author: CoinCryptoNews